<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Telecenter Srikandi</title>
	<atom:link href="http://srikanditelecenter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com</link>
	<description>proyek kerjasama worldbank dengan puskowanjati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jun 2010 04:59:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='srikanditelecenter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3afdb662b2abcc5538540b00447026b6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Telecenter Srikandi</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://srikanditelecenter.wordpress.com/osd.xml" title="Telecenter Srikandi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://srikanditelecenter.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bangunan Adat Rumah Jawa</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/06/03/bangunan-adat-rumah-jawa/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/06/03/bangunan-adat-rumah-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 04:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam masyarakat Jawa, baik sebagai sentana, abdi maupun kawula dalem, walaupun tidak tertulis, secara tradisional tidak dibenarkan melakukan pelanggaran terhadap pranata-pranata sosial masyarakat. Misalnya tata aturan sopan santun, tingkah laku, gaya hidup, tata cara pergaulan dan rumah tempat tinggal pun termasuk dalam aturan tersebut dan dibuat secara hierarkis. Dalam interaksi sosial, misalnya kawula dalem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=306&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rumah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-309" title="Rumah" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rumah.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a>Di dalam masyarakat Jawa, baik sebagai sentana, abdi maupun kawula dalem, walaupun tidak tertulis, secara tradisional tidak dibenarkan melakukan pelanggaran terhadap pranata-pranata sosial masyarakat. Misalnya tata aturan sopan santun, tingkah laku, gaya hidup, tata cara pergaulan dan rumah tempat tinggal pun termasuk dalam aturan tersebut dan dibuat secara hierarkis.</p>
<p>Dalam interaksi sosial, misalnya kawula dalem sering merasa sulit untuk dapat bergaul secara bebas dan langsung dengan sentana atau abdi dalem tingkat tinggi. Di lain pihak para sentana dan abdi dalem tersebut sering bertindak mempertinggi diri dan menjaga ketertiban stratifikasi sosial secara ketat.<span id="more-306"></span></p>
<p>Dalam suasana kehidupan feodal, sebagai raja, misalnya tidak dbenarkan membangun rumah tempat tinggal (dhatulaya, istana) dengan menggunakan bangun sinom mangkurat untuk Sasana Prabasuyasa. Bangun limasan atau joglo atau kampung tetapi sebaliknya menggunakan bangun sinom mangkurat untuk Sasana Prabasuyasa. Bangun limasan atau joglo hanyalah untuk bangunan pelengkap saja, misalnya untuk kantor, pertemuan, perlengkapan, paseban dan sejenisnya. Bagi golongan ningrat (bangsawan sentana dalem) dan abdi dalem derajat tertentu berhak membuat rumah tempat tingga; dengan bentuk limasan, sinom, ataupun joglo. Sedangkan untuk bangunan pelengkap boleh membuat bangun rumah yang lain yang tingkatannya lebih rendah, misalnya daragepak, sethong, kalabang nyander, dan sebagianya (Narpawandawa, 1935:91-94).</p>
<p>Aturan tersebut didasarkan pada kedudukan sosial pemiliknya yang merupakan simbol ststus bagi pemiliknya golongan raja, jogiswara, abdi dalem dan sentana dalem termasuk strata atas. Golongan ini dianggap sebagai golongan penguasa dan bahkan suci, maka bangunan bangunan rumah tempatnya harus meniru bangunan suci; tinggi (seperti gunung suci); besar (seperti dunia yang luas);bersekat-sekat seperti candi, pura atu bangunan suci lainnya (ada tempat-tempat yang profan, sakral dan paling sakral). Bentuk bangunan rumah dikompleks istana (dhatulaya) dalam batas-batas tertentu boleh dicontoh oleh para sentana dan abdi dalem, tetapi dilarang bagi kawula dalem.</p>
<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rangka-rumah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-313" title="rangka rumah" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rangka-rumah.jpg?w=212&#038;h=197" alt="" width="212" height="197" /></a></p>
<p>Kita ketahui bahwa bangunan pokok rumah adat Jawa ada lima macam, yaitu: panggung pe, kampung, limasan, joglo dan tajug. Namun dalam perkembangannya, jenis tersebut berkembang menjadi berbagai jenis bangunan rumah adat Jawa, hanya bangunan dasarnya masih tetap berpola dasar bangunan yang lima tersebut (Narpawandawa, 1937-1938).</p>
<p>Di dalam bangunan rumah adat Jawa tersebut ditentukan ukuran, kondisi perawatan rumah, kerangka, dan ruang-ruang di dalam rumah serta situasi di sekeliling rumah, yang dikaitkan dengan status pemiliknya. Di samping itu, latar belakang sosial, dan kepercayaannya ikut berperanan. Agar memperoleh ketentraman, kesejahteraan, kemakmuran, maka sebelum membuat rumah di’petang’ (diperhitungkan) dahulu tentang waktu, letak, arah, cetak pintu utama rumah, letang pintu pekarangan, kernagka rumah, ukuran dan bengunan rumah yang akan dibuat, dan sebagainya. Di dalam suasana kehidupan kepercayaan masyarakat Jawa, setiap akan membuat rumah baru, tidak dilupakan adanya sesajen, yaitu bensa-benda tertentu yang disajikan untuk badan halus, danghyang desa, kumulan desa dan sebagainya, agar dalam usaha pembangunan rumah baru tersebut memperoleh keselamatan (R. Tanaya, 1984:66-78).</p>
<p>Dalam perkembangan selanjutnya, bangunan rumah adat Jawa berkembang sesuai dengan kemajuan. Berdasarkan tinjauan perubahan atapnya, maka terdapatlah bangunan rumah adat Jawa sebagai berikut.</p>
<p>Bangunan model/bentuk Panggung Pe dalam perkembangannya terdapat bangunan Panggung Pe (Epe), Gedong Selirang, Panggung Pe Gedong Setangkep, Cere Gancet, Empyak Setangkep, Trajumas, Barongan, dan sebagainya. Dari bangunan rumah kampung berkembang menjadi bangunan rumah kampung, Pacul Gowang, Srotong, Daragepak, Klabang Nyander, Lambang Teplok, Lambang Teplok Semar Tinandhu, Gajah Jerum, Cere Gancet Semar Tinnadhu, Cere Gancet Semar Pinondhong, dan sebagainya.</p>
<p>Dari bangunan Rumah Limasan berkembang menjadi bentuk rumah Limasan Lawakan, Gajah Ngombe, Gajah Jerum, Klabag Nyonder, Macan Jerum, Trajrumas, Trajrumas Lawakan, Apitan, Pacul Gowang, Gajah Mungkur, Cere Goncet, Apitan Pengapit, Lambang Teplok Semar Tinandhu, Trajrumas Rambang Gantung, Lambangsari, Sinom Lambang Gantung Rangka Usuk Ngambang, dan sebagainya. Dari perkembangan bangunan rumah Joglo terdapatlah bangunan rumah Joglo, Joglo Limasan Lawakan atau Joglo Lawakan, Joglo Sinom, Joglo Jampongan, Joglo Pangrawit, Joglo Mangkurat, Joglo Wedeng, Joglo Semar Tinandhu, dan sebagainya. Dari jenis tajug dalam perkembangannya terdapatlah bangunan rumah tajug (biasa untuk rumah ibadah), tajug lawakan lambang teplok, tajug semar tinandhu, tajug lambang gantung, tajug semar sinonsong lambang gantung, tajug lambang gantung, tajug semar sinonsong lambnag gantung, tajug mangkurat, tajug ceblakan, dan sebagainya (Narpawandawa 1936-1936).</p>
<p>Disamping bentuk bangunan rumah baku tersebut, masih terdapat bangunan rumah untuk musyawarah (rapat), rumah tempat menyimpan padi (lumbung) atau binatang ternak (kandang, gedhongan, kombong), untuk alat-alat (gudang) dan sebagainya (Gatut Murdiatmo, 1979/1980; Koentjaraningrat, 1971; almanak Narpawandawa, 1935-1938; Sugiyanto Dakung, 1982/1982; Radjiman, 1986.</p>
<p><strong>Komposisi dan Lingkungan Rumah Tempat Tinggal</strong></p>
<p>Yang dimaksudkan dengan komposisi rumah ialah susunan dan pengaturan cetak bangunan lain terhadap bangunan rumah tempat tinggal (induk). Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan di sini ialah rumah tempat tinggal dan rumah-rumah kelengkapan dengan tata susunannya dalam suatu rumah tangga sebuah keluarga</p>
<p>Dalam masyarakat Jawa, susunan rumah dalam sebuah rumah tangga terdiri dari beberapa bangunan rumah. Selain rumah tempat tinggal (induk), yaitu tempat untuk tidur, istirahat anggota keluarga, terdapat pula bangunan rumah lain yang digunakan untuk keperluan lain dai keluarga tersebut. Bangunan rumah tersebut terdiri dari: pendhapa, terletak di depan rumah tempat tinggal, digunakan untuk menerima tamu. Rumah belakang (omah buri) digunakan untuk rumah tempat tinggal, di antara rumah belakang dengan pendapa terdapat pringgitan. Pringgitan ialah tempat yang digunakan untuk pementasan pertunjukan wayang kulit, bila yang bersangkutan mempunyai kerja (pernikahan, khitanan, dan sebagainya). Dalam pertunjukan tersebut tamu laki-laki ditempatkan di pendapa, sedang tamu wanita ditempatkan di rumah belakang. Susunan rumah demikian mirip dengan susunan rumah istana Hindu Jawa, misalnya Istana Ratu Boko di dekat Prambanan.</p>
<p>Bagi warga masyarakat umum (kawula dalem) yang mampu, disamping bangunan rumah tersebut, tempat tinggalnya (rumah) masih dilengkapi dengan bangunan lainnya, misal: lumbung, tempat menyimpan padi dan hasil bumi lainnya. Biasanya terletak di sebelah kiri atau kanan Pringgitan. Letaknya agak berjauhan. Dapur (pawon) terletak di sebelah kiri rumah belakang (omah buri), tempat memasak. Lesung, rumah tempat menumbuk padi. Terletak di samping kiri atau kanan rumah belakang (pada umumnya terletak di sebelah belakang). Kadang-kadang terdapat lesung yang terletak di muka pendapa samping kanan. Kandang, untuk tempat binatang ternak (sapi, kerbau, kuda, kambing, angsa, itik,ayam dan sebagainya). Untuk ternak besar disebut kandang, untuk ternak unggas, ada sarong (ayam), kombong (itik, angsa); untuk kuda disebut gedhongan. Kandang bisa terdapat di sebelah kiri pendapa, namun ada pula yang diletakkan di muka pendhapa dengan disela oleh halaman yang luas. Gedhongan biasanya menyambung ke kiri atau ke kanan kandhang. Sedang untuk sarong atau kombong terletak di sebelah kiri agak jauh dari pendhapa.</p>
<p>Kadang-kadang terdapat peranginan, ialah bangunan rumah kecil, biasanya diletakkan disamping kanan agak berjauhan dengan pendapa. Peranginan ini bagi pejabat desa bisa digunakan untuk markas ronda atau larag, dan juga tempat bersantai untuk mencari udara segar dari pemiliknya. Kemudian terdapat bangunan tempat mandi yang disebut jambang, berupa rumah kecil ditempatkan di samping dapur atau belakang samping kiri atau kanan rumah belakang. Demikian pula tempat buang air besar/kecil dan kamar mandi dibuatkan bangunan rumah sendiri. Biasanya untuk WC ditempatkan agak berjauhan dengan dapur, rumah belakang, sumur dan pendhapa. Pintu masuk pekarangan sering dibuat Regol.</p>
<p>Demikian sedikit variasi bangun rumah adat Jawa yang lengkap untuk sebuah keluarga. Hal tersebut sangat bergantung pada kemampuan keluarga. Secara lengkap kompleks rumah tempat tinggal orang Jawa adala rumah belakang, pringgitan, pendapa, gadhok (tempat para pelayan), lumbung, kandhang, gedhogan, dapur, pringgitan, topengan, serambi, bangsal, dan sebagainya. Besar kecilnya maupun jenis bangunannya dibuat menurut selera serta harus diingat status sosial pemiliknya didalam masyarakat.</p>
<p>Masyarakat Jawa disusun atas dasar kedudukan sosial, teritorial, komunal, dan religius. Dasar tersebut dalam proses pembentukan masyarakat Jawa akan terpancar dalam ciri-ciri dasar masyarakat Jawa yang tetap mereka pertahankan dan mereka lestarikan keberadaannya dalam wujud pandangan dunia orang Jawa. Pandangan dunia dimaksudkan sebagai keseluruhan keyakina deskriptif tentang kenyataan suatu kesatuan antara alam, masyarakat, dan alam gaib, yang daripadaNya manusia memberi suatu struktur yang bermakna bagi pengalamannya.</p>
<p>Bagi orang Jawa, baik sebagai individual maupun anggota masyarakat, realita itu tidak dibagi-bagi secara terpisah-pisah dan tanpa hubungan satu sam lain, melainkan ia dilihat sebagai satu kesatuan yang menyeluruh.</p>
<p>Bagi orang jawa dunia masyarakat dan dunia gaib, atau dunia Adi Kodrati bukanlah tiga bidang yang berdiri sendiri-sendiri, dan masing-masing mempunyai hukumnya sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan pengalaman. Pada hakekatnya, orang Jawa tidak membedakan antara sikap religius atau tidak religius dan interaksi-interaksi sosial religius, tetapi tetapi ketiganya merupakan penjabaran manusia Jawa tentang sikapnya terhadap alam, seperti halnya sikap alam yang sekaligus mempunyai relevansi sosial. Di sini antara pekerjaan, interaksi, dan doa tidak ada perbedaan yang hakiki (Mulder, 1975:36).</p>
<p>Tolok ukur anti pandangan dunia orang Jawa adalah nilai pragmatisme atau kemanfaatannya untuk mencapai keadaan senang, tenteram dan seimbang lahir dan batin antara dunia sini dengan dunia sana. Oleh karena itu, apabila kita membicarakan pandangan dunia orang Jawa tidak terbatas pada bidang agama, kepercayaan dan mitos, melainkan juga sistem pertanian, perayaan pameran, kehidupan keluarga Jawa, seni dan budaya Jawa, sistem tempat tinggal dan lingkungan tempat tinggal mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=306&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/06/03/bangunan-adat-rumah-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rumah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/06/rangka-rumah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rangka rumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bob Sadino Dan Kewirausahaan</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/28/tips-bob-sadino-dan-kewirausahaan/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/28/tips-bob-sadino-dan-kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 06:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Tips- Bob Sadino memberikan beberapa tips untuk mereka yang benar-benar ingin membangun jiwa enterpreneurship (jiwa kewirausahaan). Ia menyarankan agar orang tidak belajar jiwa wirausaha di dalam kelas, atau dari mereka yang tidak pernah menggeluti langsung dunia usaha. Sebab biasanya yang diberikan adalah semua saran yang didasari oleh ‘ketakutan’ sehingga segalanya dipermudah dengan ide-ide logis padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=296&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/bob-sadino.jpg"><img class="size-full wp-image-297 alignright" title="Bob sadino" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/bob-sadino.jpg?w=137&#038;h=208" alt="" width="137" height="208" /></a>Tips- Bob Sadino memberikan beberapa tips untuk mereka yang benar-benar ingin membangun jiwa enterpreneurship (jiwa kewirausahaan). Ia menyarankan agar orang tidak belajar jiwa wirausaha di dalam kelas, atau dari mereka yang tidak pernah menggeluti langsung dunia usaha.</p>
<p>Sebab biasanya yang diberikan adalah semua saran yang didasari oleh ‘ketakutan’ sehingga segalanya dipermudah dengan ide-ide logis padahal ‘hutan’ usaha adalah sering tidak mengikuti urutan dan sistematika berpikir biasa, faktor-faktor  yang kelihatannya terkontrol padahal sangat sulit menerka gerak dan dinamika pasar, saran-saran yang berlawanan dengan hukum pasar yang cenderung liar, mengabaikan unsur lain yang justru sangat penting yaitu ‘naluri’ pengusaha, dsb.<span id="more-296"></span></p>
<p>Untuk membangun jiwa wirausaha, Bob menyuruh kita untuk melihat beberapa hal berikut:</p>
<p>1. Kita harus membebaskan diri kita dari RASA TAKUT. Inilah halangan terbesar. Inilah alasan terbesar mengapa pendidikan memakan waktu yang lama, yaitu untuk menghindari kesalahan dan resiko. Tapi justru itulah yang ingin dipangkas oleh Bob karena ia merasa rasa takut adalah penyebab tidak berkembangnya enterpreneurship. Kesulitan dan resiko selalu menyertakan peluang. Jadi, jika kita ingin mengembangkan jiwa enterpreneurship, jangan menghindari <strong><em>resiko</em></strong>. <strong><em>Resiko</em></strong> mengandung peluang.</p>
<p>2. Kita harus membebaskan diri dari tindakan TERLALU BERHARAP. Belum apa-apa sudah membayangkan hitungan khayal tentang keuntungan, kemudahan, kehebatan dan hasil besar. Jika begini, maka orang mudah kecewa karena ternyata lapangan mengajarkan yang berbeda.  Orang harus belajar menghitung mulai dari angka kecil tetapi tekun dan komit. Bayangkan sukarnya dan hadapilah kesukarannya.</p>
<p>3. Kita harus bebaskan diri kita dari PIKIRAN SENDIRI. Biasaya berupa konsep, keyakinan, anggapan dsb. Belajarlah untuk ‘tidak tahu’ supaya pengertian masuk sebanyak-banyaknya. Lepaskan diri dari konsep-konsep, semua harus dijalani dulu dengan penuh keberanian, nanti ilmu akan datang sendiri. Itulah enterpreneurship kata Bob. Memang benar, jika kita berhadapan dengan orang yang merasa sudah tahu, kita kerepotan. Orang tidak mudah berubah karena sudah punya asumsi dulu dalam pikiran. Jadi, cara termudah mengadopsi teknik baru adalah dengan mengambil posisi ‘belajar’, ‘tidak tahu’. Atau merendahkan hati untuk menjalankan sesuatu yang baru.</p>
<p>Dengan ketiga kunci tersebut, Bob berharap mereka calon enterpreneur akan memakai prinsip-prinsip tadi sebagai modal mengembangkan jiwa kewirausahaan.</p>
<p>Nah, semoga tulisan pendek ini berguna bagi anda!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=296&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/28/tips-bob-sadino-dan-kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/bob-sadino.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bob sadino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Madu</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/02/manfaat-madu/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/02/manfaat-madu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 04:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Kesehatan Madu dalam konsentrasi 30% hingga 50% fungsinya jauh lebih baik dari obat antibiotik. Madu kental menghentikan pertumbuhan bakteri Candida alba. Madu yang mengencer hingga 40% menjadi bersifat bacteridal (pembunuh bakteri), sehingga mampu berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Madu ampuh melawan Salmonela shigela, E. Coli dan Vibrio cholera penyebab penyakit kolera yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=256&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/madu.jpg"><img class="size-medium wp-image-257 alignleft" style="border:0 none;margin:10px;" title="madu" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/madu.jpg?w=300&#038;h=228" alt="" width="300" height="228" /></a><strong>Untuk Kesehatan </strong></p>
<p>Madu dalam konsentrasi 30% hingga 50% fungsinya jauh lebih baik dari obat antibiotik.<br />
Madu kental menghentikan pertumbuhan bakteri Candida alba. Madu yang mengencer hingga 40% menjadi bersifat bacteridal (pembunuh bakteri), sehingga mampu berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Madu ampuh melawan Salmonela shigela, E. Coli dan Vibrio cholera penyebab penyakit kolera yang telah merenggut jutaan penduduk dunia.<br />
Madu dapat mengobati luka infeksi setelah operasi, borok, obat untuk terapi pasca operasi pasien kanker vulva, luka jahitan dan pencangkokan kulit.<br />
Madu memperpendek masa hidup bakteri diare pada balita.<span id="more-256"></span><br />
Sebagai obat luka, madu mampu menyerap air pada luka, sehingga mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan dengan cepat. Madu menembus luka dalam, dan membantu pembentukan butiran jaringan baru.<br />
Madu menghentikan pertumbuhan organisme patogen pada pasien infeksi saluran kencing.<br />
Karena mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan, madu adalah sumber energi instan.<br />
Madu bersifat antibakteri karena keasaman alami dan hidrogen peroksida yang dihasilkannya.<br />
Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus.<br />
Madu baik untuk mata dan penglihatan.<br />
Mengurangi efek yang ditimbulkan oleh racun.<br />
Madu berguna untuk infeksi saluran kencing.<br />
Madu mengatasi rasa pusing.<br />
Madu yang langsung diambil dari sarangnya dapat meningkatkan berat badan., dan merupakan obat pencahar yang ringan.<br />
Madu yang disimpan lama membantu metabolisma tubuh.<br />
Madu bisa mengawetkan makanan. Kue-kue dengan menggunakan madu sebagai pengganti gula pasir akan lebih lama segarnya karena mengandung antibiotik alamiah.<br />
Madu mengatasi gangguan pernapasan, terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan.<br />
Madu dipercaya sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah seksual.<br />
Madu adalah disinfektan ringan, sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi.<br />
Para penyanyi opera memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi tenggorokan mereka agar bisa menyanyi dengan kualitas suara yang prima.<br />
21. Satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.<br />
22. Semua madu alam bisa mengobati luka karena lecet atau terbakar.<br />
23. Madu bisa mengobati masuk angin.<br />
24. Sembelit bisa diatasi dengan madu.<br />
25. Penderita maag, aman mengonsumsi madu.<br />
26. Penderita diabetes juga aman mengonsumsi madu, di bawah pengawasan dokter.<br />
27. Penderita alergi di sebuah lingkungan, bisa disembuhkan dengan mengonsumsi sesendok madu setiap hari dari lingkungan yang sama.<br />
28. Campuran madu dan jus wortel bermanfaat untuk penglihatan dan baik untuk mereka yang sering berlama-lama bekerja di hadapan komputer.<br />
29. Madu bisa menghilangkan gejala asma jika dikonsumsi dalam bentuk jus bersama bubuk lada hitam dan jahe.<br />
30. Untuk menjaga tekanan darah, madu dikonsumsi bersama bawang putih.<br />
31. Madu bisa mengurangi berat badan dan membersihkan darah.<br />
32. Madu mengobati penyakit anemia.<br />
33. Osteoporosis bisa dicegah oleh madu.<br />
34. Selain mengatasi pilek, madu juga adalah obat untuk batuk.<br />
35. Mereka yang paling panjang umurnya selalu mengonsumsi madu secara teratur. Suatu fakta yang menarik lainnya adalah peternak lebah terhindar dari kanker dan penyempitan pembuluh darah.<br />
36. Setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.<br />
37. Madu bermanfaat untuk kesehatan lambung.<br />
38. Madu sangat bermanfaat menormalisasi fungsi organ tubuh, dan menyegarkan kerja urat syaraf.<br />
39. Gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum yang memberi sumber tenaga bagi jantung.<br />
40. Kandungan mineral madu dapat mengurangi derajat keasaman dan membantu mencegah pendarahan lambung.<br />
41. Juice pepaya dicampur madu berkhasiat bagi pertumbuhan anak, ibu hamil dan memperlancar air susu ibu.<br />
42. Campuran air kelapa dan madu berkhasiat meniadakan akibat buruk dari gairah seks yang berlebihan.<br />
43. Mengurangi rasa sakit ketika datang bulan.<br />
44. Menambah tenaga pada saat kehamilan dan persalinan serta menguatkan janin.<br />
45. Campuran madu, jamu dan telur mempercepatkan proses penyembuhan luka dalam perut atau rahim setelah melahirkan.<br />
46. Madu dapat mengobati luka terbakar, kulit yang terkena cipratan minyak panas, air panas atau knalpot motor.<br />
47. Jeruk peras ditambah madu dapat mengatasi gangguan jantung.<br />
48. Madu menambah kesuburan pria dan wanita.<br />
49. Bagi pecandu alkohol, konsumsi madu dan jus buah-buahan dalam jumlah banyak dapat menghentikan ketergantungan.<br />
50. Madu bisa digunakan untuk pembersih gigi dan gusi.</p>
<p>Untuk Anak-anak<br />
1. Madu yang dioleskan pada gusi bayi adalah obat penenang dan anestesia yang aman bagi bayi pada masa pertumbuhan giginya.<br />
2. Madu baik untuk anak-anak karena berfungsi sebagai desinfektan, memperbaiki susunan darah, meningkatkan kadar haemoglobin dan menambah nafsu makan.</p>
<p>Madu yang bersifat penenang (sedatif) berguna untuk mengatasi ngompol pada anak-anak, disamping membuat tidur lebih nyenyak.<br />
Madu bermanfaat untuk mengobati cacingan.<br />
Madu mengobati batuk, pilek dan demam pada anak-anak</p>
<p><strong>Untuk Kecantikan </strong></p>
<p>Madu adalah antioksidan yang mampu memperbaiki keindahan kulit, melembutkan dan membuat awet muda.<br />
Madu melembutkan bibir, melembapkan dan mencegah bibir mengering atau pecah-pecah.<br />
3. Madu bisa menghilangkan jerawat.<br />
4. Madu menghilangkan noda dan flek hitam di wajah dan mencegah keriput.<br />
5. Madu menambah kesuburan rambut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=256&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/05/02/manfaat-madu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/05/madu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">madu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran dengan Harga Murah</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/28/banyak-orang-yang-suka-dengan-harga-murah/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/28/banyak-orang-yang-suka-dengan-harga-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 07:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Telecenter Srikandi- Tak selamanya sebuah karya lukis dijual dengan harga mahal. Ada juga lukisan yang dijual dengan harga relatif murah. Seperti lukisan yang dipamerkan di area parkir kawasan The Taman Dayu: City of Festivals.  Pameran ini di laksanakan mulai tanggal 24 April 2010 dan berakhir pada 27 April 2010. Dalam pameran ini pihak penyelenggara berkeinginan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=229&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/manusia.jpg"><img class="size-medium wp-image-232 alignright" title="manusia" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/manusia.jpg?w=243&#038;h=241" alt="" width="243" height="241" /></a>Telecenter Srikandi- Tak selamanya sebuah karya lukis dijual dengan harga mahal. Ada juga lukisan yang dijual dengan harga relatif murah. Seperti lukisan yang dipamerkan di area parkir kawasan The Taman Dayu: <a href="http://www.blabli.com/store/srikandistore" target="_blank">City of Festivals</a>.  Pameran ini di laksanakan mulai tanggal 24 April 2010 dan berakhir pada 27 April 2010.<span id="more-229"></span></p>
<p>Dalam pameran ini pihak penyelenggara berkeinginan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang lukisan selama ini. Terutama, stereotype bahwa karya lukis selalu dijual dengan harga mahal. Dalam pameran ini kami ingin membuktikan pada masyarakat tidak semua lukisan itu mahal harganya. Kisaran harga yang di tawarkan dalam pameran ini mulai dari harga Rp. 75.000 sampai dengan Rp. 500.000, dari mulai ukuran 30cm x 30cm  sampai dengan 160cm x 160cm.</p>
<p>Pameran ini di selenggarakan dari hasil kerja bareng antara Bondee ( sanggar seni rupa di Yogjakarta ) D2C Creative Plan ( sebuah event organizer Pandaan ) dengan <a href="http://www.blabli.com/store/index.php?StoreDirectory=srikandistore">Telecenter Srikandi</a> ( Koordinator komunitas Lukis Desa Dayurejo ).  Tak kurang dari 150 lukisan dari hasil karya pelukis – pelukis lokal pasuruan sendiri dan yogjakarta di pamerkan dalam pameran ini.</p>
<p>Kegiatan ini juga digelar bertujuan untuk memasyarakatkan karya lukis. Pasalnya, dibanding karya seni lainnya, lukisan masih dipandang sebelah mata. &#8220;Kesannya, hanya orang-orang tertentu saja yang suka lukisan,&#8221; dan untuk menyikapi hal itu dari pihak <em>Telecenter Srikandi yang beralamatkan di Jl. Indrokilo Km10 Desa Dayurejo Kec. Prigen memberikan kesempatan pada siapa saja yang berminat untuk belajar melukis dengan warna alam</em>.   Telecenter Srikandi juga berkeinginan untuk menjadikan seni lukis sebagai salah satu jenis seni yang diminati oleh masyarakat, salah satu caranya yaitu dengan menjual lukisan dengan harga murah serta memperkenalkan konsep lukisan berbahan dari alam.</p>
<p>Bagaimana mereka akan suka dengan karya lukis kalau harganya saja sudah segitu mahal dan mereka belum mengenal dengan lukisan. Karena itu kami berharap dengan adanya pameran ini minat masyarakat terhadap karya lukis semakin meningkat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=229&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/28/banyak-orang-yang-suka-dengan-harga-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/manusia.jpg?w=260" medium="image">
			<media:title type="html">manusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Kopwan dan Telecenter SRIKANDI</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/04/sosialisasi-rutin-kopwan-srikandi/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/04/sosialisasi-rutin-kopwan-srikandi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 14:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Prigen, Dalam usaha pengembangan keanggotaan Koperasi Wanita Srikandi, Koperasi wanita srikandi memiliki  agenda rutin untuk melakukan sosialisasi keaanggota dan penjaringan anggota baru. Hal ini dilakukan untuk memperluas anggota dan jaringan dalam Desa Dayurejo sendiri, karena ada beberapa dusun yang masih belum masuk dalam keanggotaan Koperasi wanita Srikandi, Diantaranya Dusun Gamoh, Dusun Klata&#8217;an dan Dusun Talunngko. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=200&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prigen, Dalam usaha pengembangan keanggotaan Koperasi Wanita Srikandi, Koperasi wanita srikandi memiliki  agenda rutin untuk melakukan sosialisasi keaanggota dan penjaringan anggota baru. Hal ini dilakukan untuk memperluas anggota dan jaringan dalam Desa Dayurejo sendiri, karena ada beberapa dusun yang masih belum masuk dalam keanggotaan Koperasi wanita Srikandi, <span id="more-200"></span>Diantaranya Dusun Gamoh, Dusun Klata&#8217;an dan Dusun Talunngko. <a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-204" title="editposting1" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Dalam penjaringan anggota baru ini Koperasi Wanita Srikandi di bantu Unit Usaha dari Koperasi Wanita Srikandi &#8221; Telecenter Srikandi &#8221; untuk melakukan penjaringan anggota. Hari ini Minggu 04 April 2010 menurut agenda Koperasi Wanita Srikandi akan melakukan penjaringan di beberapa tempat diantaranya Di Kelompok Dusun Dayurejo dan kelompok Dusun Gamoh.</p>
<p>Agenda penjaringan dan pendampingan ini setiap bulan akan di lakukan 4 kali pertemuan setiap Dusunnya. Dalam penjaringan dan pendampingan kali ini dari pihak Koperasi Wanita Srikandi di wakili ibu dari Ibu Wahyu Handayani selaku sekretaris dari badan pengurus, sedangkan dari pihak telecenter sendiri di wakili oleh manager BPH sendiri.</p>
<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-205" title="editposting2" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Dalam pertemuan kali ini dilaksanakan pada jam 10.00 WIB di Rumah ketua Kelompok  Mawar Ibu. Minati, acara pertama di buka oleh ketua kelompok dan di lanjutkan dengan evaluasi dari kelompok Mawar lalu di lanjut dengan pemaparan beberapa materi dari Ibu Pengurus Koperasi Wanita Srikandi. Setelah dianggap cukup kemudian telecenter srikandi di beri kesempatan untuk memaparkan dan memperkenalkan keberadaan dari Telecenter Srikandi serta rencana kedepan dari Telecenter srikandi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=200&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/04/04/sosialisasi-rutin-kopwan-srikandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">editposting1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/04/editposting2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">editposting2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Jamur</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/29/manfaat-jamur/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/29/manfaat-jamur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 00:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/29/manfaat-jamur/</guid>
		<description><![CDATA[Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=197&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-196" style="border:0 initial initial;margin:10px;" title="jamur-tiram" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Jamur" width="225" height="300" /></a>Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida. Karbohidrat terbesar dalam bentuk heksosan dan pentosan polimer karbohidrat dapat berupa glikogen, khitin dan sebuah polimer N-asetil glikosamin yang merupakan komponen struktural sel jamur. Khitin merupakan unsur utama serat jamur titam putih. Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin dan asam askorbat. Vitamin A dan D jarang ditemukan pada jamur, namun dalam jamur tiram putih terdapat ergosterol yang merupakan prekursor vitamin D. Jamur umumnya kaya akan mineral terutama phosphor, mineral lain yang dikandung di antaranya kalsium dan zat besi. Shitake juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Jamur ini dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor dan antivirus karena mengandung senyawa polisakaridayang dikenal dengan sebutan lentinan. <span id="more-197"></span>Shitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya. Kandungan asam glutamat pada shitake cukup tinggi. Asam amino tersebut berhubungan dengan cita rasa yang ditimbulkan sebagai penyedap makanan. Selain mempunyai kandungan asam glutamat yang tinggi, shitake juga mengandung 5 ribunukleotida dalam jumlah besar156,5 mg/100 gram. Khusus untuk jamur kuping, di samping banyak sekali kegunaannya di dalam susunan menu makanan sehari-hari yakni sebagai pengganti daging, sebagai sayuran, dan sebagai “bahan pengental” (karena mempunyai lendir), juga mempunyai fungsi lain sebagai bahan penetral. Di dalam menu orang Tionghoa sejak dulu kala hingga saat ini, masih ada kepercayaan bahwa lendir pada jamur kuping dapat berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya yang terdapat dalam makanan. Karena itu, tidak heran pada jenis makanan yang terdiri dari banyak bahan pangan, selalu ditambahkan jamur kuping. Tujuannya, menetralkan racun jika ada dalam salah satu bahan tadi. Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=197&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/29/manfaat-jamur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">jamur-tiram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Jamu Tradisional</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-jamu-tradisional/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-jamu-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 09:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Terlahir dan dibesarkan dalam kalangan keluarga yang lebih mengedepankan pengobatan tradisional, tentu aroma jamu-jamuan sudah tidak asing lagi bagi indera penciuman saya. Sejak kecil saya sudah dijejali atau istilah dalam bahasa jawa “dicekok” dengan aneka jamu-jamuan, mulai dari jamu beras kencur untuk nafsu makan dan menghindari masuk angin. Jamu asem kunyit agar badan segar terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=184&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlahir dan dibesarkan dalam kalangan keluarga yang lebih mengedepankan pengobatan tradisional, tentu aroma jamu-jamuan sudah tidak asing lagi bagi indera penciuman saya. Sejak kecil saya sudah dijejali atau istilah dalam bahasa jawa “dicekok” dengan aneka jamu-jamuan, mulai dari jamu beras kencur untuk nafsu makan dan menghindari masuk angin.<span id="more-184"></span> <a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-182" title="bahan jamu" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu.jpg?w=300&#038;h=213" alt="" width="300" height="213" /></a>Jamu asem kunyit agar badan segar terutama selagi menstruasi, serta jamu sirih agar rahim sehat dan selaput keperawanan tetap kencang. Sirih yang akan diracik menjadi jamu pun harus yang tulang batang didaunnya bertaut satu sama lain. Entah alasan apa yang mendasarinya, tapi mitos itu sangat dipercaya oleh para leluhur dan keturunan yang terus melestarikannya. Ada pemikiran bahwa bentuk sirih yang menyerupai area “V” perempuan dipercaya mempunyai kekuatan magis dan zat antiseptik alami yang tak hanya memberi aroma segar pada daerah sensitif perempuan, tapi juga mengencangkan panggul rahim sehabis melahirkan. Disamping itu, ada jenis sirih merah yang berguna untuk mengobati penyakit diabetes, darah tinggi, asam urat, maag, kencing manis dan kelelahan. Caranya sangat sederhana, cukup minum 1 gelas rebusan sirih merah setiap hari untuk mengobati berbagai macam penyakit tersebut.</p>
<p>Bagaimana dengan rasanya ? Namanya saja jamu tradisional yang bahan-bahannya murni dari alam, tentu tidak ada yang rasa <em>orange</em> apalagi <em>strawberry</em>. Karena tidak diramu secara kimiawi yang dengan menambahkan bahan pemanis buatan. Semua rasa pahit harus ditelan dalam satu kali tegukan agar aroma menyengat dan rasa pahit tidak berlama-lama ada di tenggorokan kita. <a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu-bungkus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="bahan jamu bungkus" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu-bungkus.jpg?w=210&#038;h=300" alt="" width="210" height="300" /></a></p>
<p>Bila kita ingin mengkaji sejauh mana manfaat dari Jamu Tradisional Indonesia, sepertinya akan menghabiskan bab demi bab yang begitu banyak mengurai bahan-bahan alami jamu yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Apalagi pengetahuan tentang pengobatan tradisional dengan jamu, sudah dikenal sejak periode kerajaan Hindu-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Madhawapura dari jaman Majapahit yang menyebut adanya tukang meramu jamu yang disebut Acaraki. Pada relief candi Borobudur sekitar tahun 800 – 900 masehi, juga menggambarkan adanya kegiatan membuat jamu.</p>
<p>Konon, pada zaman dahulu kala para selir raja yang jumlahnya bisa mencapai 40 orang. Saling berlomba mempelajari ilmu meracik jamu. Semakin bervariasi dan tinggi ilmu yang dimilikinya terutama untuk urusan area ’V’. Maka kemungkinan untuk ‘didatangi’ sang raja akan semakin sering. Hingga semakin berkembanglah metode dan racikan jamu untuk menyenangkan kaum lelaki, bahkan akhir-akhir ini tampak semakin menjamur salon V spa untuk ratus vagina yang memakai bahan dasar ramuan tradisional jamu Indonesia.<br />
Berikut adalah beberapa resep tradisional jamu Indonesia yang mungkin bisa menjadi alternatif perawatan murah yang patut untuk dicoba, sebagai salah satu penghargaan dan pelestarian kekayaan leluhur bangsa Indonesia.</p>
<p><strong>1. Jamu Merapatkan Vagina</strong></p>
<p>Bahan :</p>
<p>- 15 lembar daun sirih<br />
- buah gambir<br />
- Kulit pinang muda secukupnya<br />
- Kapur sirih secukupnya</p>
<p>Cara Membuat:</p>
<p>Serpihkan kulit pinang dengan cara dicabuti, tumbuk gambir hingga halus dan ayak kapur sirih hingga merata. Semua bahan dicampur jadi satu dalam air mendidih. Diamkan beberapa jam hingga dingin dan mengendap.</p>
<p>Gunakan untuk membasuh area ‘V’ pada pagi, siang dan malam hari untuk mendapatkan kualitas vagina yang selalu dalam keadaan rapat bak perawan keraton setiap saat.</p>
<p>Jika resep tersebut diatas terlalu ribet, berikut ada racikan sederhananya :</p>
<p>Ambil satu biji buah pinang, kupas dan hancurkan. masukkan dalam gelas dan tuang dengan air panas setengah gelas. Tunggu sampai air hangat lalu diminum. Bisa ditambah gula jawa atau gula putih untuk mengurangi rasa sepet-nya. Diminum 1 jam sebelum bersenggama. Konon khasiatnya bisa menambah kemesraan dan tentunya kelanggengan serta keharmonisan pasangan suami istri.</p>
<p><strong>2. Mengencangkan wajah yang kusut</strong></p>
<p>Bahan :</p>
<p>- ½ gelas beras (rendam semalaman)<br />
- ½ ruas kunyit<br />
- ½ ruas bangle<br />
- Air mawar</p>
<p>Cara Membuat :</p>
<p>Tiriskan rendaman beras lalu haluskan bersama kunyit dan bangle, campur dengan air mawar hingga mengental. Usapkan ke wajah setiap malam sebelum tidur seperti menggunakan masker, diamkan selama 15 s.d 30 menit. Basuh dengan air hangat kuku. Lakukan rutin niscaya akan mendapatkan wajah yang kencang, segar dan awet muda.</p>
<p><strong>3. Menghilangkan Bekas Luka</strong></p>
<p>Bahan :</p>
<p>- 50 gr beras (rendam selama 15 menit)<br />
- 1 ruas Kencur</p>
<p>Cara Membuat :</p>
<p>Tiriskan beras dan tumbuk halus bersama kencur. Usapkan pada bekas luka dan lakukan rutin selama 2 minggu. Niscaya bekas luka akan hilang tanpa bekas.</p>
<p><strong>4. Penambah Darah</strong></p>
<p>Jamu ini baik sekali di konsumsi oleh perempuan yang tengah menstruasi, untuk mencegah kekurangan darah (anemia), serta menghindari keluhan letih dan lesu.</p>
<p>Bahan :</p>
<p>- 3 tangkai daun pepaya muda<br />
- 1 biji temu ireng</p>
<p>Cara membuat :</p>
<p>Cuci bersih tangkai daun pepaya muda, tambahkan temu ireng lalu tumbuk hingga halus. Beri segelas air matang lalu saring. Minum sehari sekali selama periode menstruasi atau setelahnya. Alhasil akan mendapatkan tubuh yang segar, bugar dan enerjik.</p>
<p>Semoga uraian tentang kekayaan dan manfaat Jamu Tradisional Indonesia bisa menambah wawasan dan merubah wacana berpikir kita untuk beralih atau setidaknya, tidak meninggalkan begitu saja warisan berharga para leluhur untuk kita wariskan dan teruskan kepada anak cucu kita kelak.</p>
<p>sumber:  Dinas kesehatan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=184&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-jamu-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bahan jamu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/bahan-jamu-bungkus.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">bahan jamu bungkus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Hutan Dan Tanaman Obat</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/pengembangan-hutan-dan-tanaman-obat/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/pengembangan-hutan-dan-tanaman-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 02:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di bidang budidaya tanaman obat dan pembangunan hutan tanaman telah memungkinkan untuk melakukan manipulasi terhadap faktor lingkungan sebagai menunjang kehidupan masyarakat setempat. Salah satu kelompok tanaman yang berasosiasi dengan ekosistem hutan (konservasi, lindung dan/atau produksi) adalah yang berkhasiat obat, kosmetik dan berbagai produk bahan makanan dan minuman sehat. Rekayasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=175&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Perkembangan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di bidang budidaya tanaman obat dan pembangunan hutan tanaman telah memungkinkan untuk melakukan manipulasi terhadap faktor lingkungan sebagai menunjang kehidupan masyarakat setempat.<a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kunyit.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-176" title="kunyit" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kunyit.jpg?w=231&#038;h=173" alt="" width="231" height="173" /></a> Salah satu kelompok tanaman yang berasosiasi dengan ekosistem hutan (konservasi, lindung dan/atau produksi) adalah yang berkhasiat obat, kosmetik dan berbagai produk bahan makanan dan minuman sehat.<span id="more-175"></span></p>
<p>Rekayasa teknologi budidaya, alat, sosial-budaya, pasca panen dan industri untuk pengembangan berbagai jenis tanaman obat yang dilandasi Iptek dapat menunjang pembangunan sistem berusaha tani/berwana tani untuk percepatan pembangunan hutan tanaman. Karakteristik berbagai tanaman obat yang menunjang pertumbuhannya untuk menghasilkan produk berguna bagi masyarakat memberi peluang untuk dibangun dan dikembangkan bersama jenis-jenis tanaman dalam hutan tanaman didaerah tertentu. Bagaimanapun, hal ini tetap berlandas pada sosial budaya setempat yang mempengaruhi ekosistem pertanian, perkebunan dan kehutanan. Berbagai keuntungan yang dihasilkan dengan berperannya tanaman obat dalam hutan tanaman adalah : pendapatan, kesejahteraan, konservasi berbagai sumber daya, pendidikan non formal, keberlanjutan usaha dan penyerapan tenaga kerja serta keamanan sosial. Pemberdayaan aset (<em>asset</em>) hutan tanaman yang bijaksana dapat membantu program pembangunan hutan di berbagai daerah di Indonesia yang di dalamnya terkandung pula upaya menyehatkan sumberdaya alam nasional.</p>
<p>Tabel Tanaman obat yang berpotensi untuk sumber bahan obat modern di Indonesia</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="4%"><strong>No</strong></td>
<td width="38%"><strong>Species tanaman</strong></td>
<td width="15%"><strong>Bagian yang   digunakan</strong></td>
<td width="43%"><strong>Indikasi khasiat</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Benalu teh (<em>Loranthus spp</em>)</td>
<td width="15%" valign="top">Tangkai daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kanker</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Brotowali (<em>Tinospora crispa</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Tangkai daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti malaria, kencing manis</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Bawang putih (<em>Allium sativum</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Umbi</td>
<td width="43%" valign="top">Anti jamur, penurun lemak darah</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Ceguk/wudani (<em>Quisqualis indica L.)</em></td>
<td width="15%" valign="top">Biji</td>
<td width="43%" valign="top">Obat cacing</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Delima putih (<em>Punica granatum</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Kulit buah</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Dringo (<em>Acorus calamus</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Umbi</td>
<td width="43%" valign="top">Obat penenag</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Handeuleum/daun wungu (<em>Grapthophyllum pictum</em> Griff.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Wasir atau ambeien</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Ingu (<em>Ruta graveolens </em>L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman, penurun panas</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Jahe (<em>Zingiber officinale</em> Rosc.)</td>
<td width="15%" valign="top">Rimpang</td>
<td width="43%" valign="top">Penghilang nyeri, anti piretik, anti radang</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Jeruk nipis (<em>Citrus aurantifolia</em> Swingk.)</td>
<td width="15%" valign="top">Buah</td>
<td width="43%" valign="top">Obat batuk</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Jati belanda (<em>Guazoma ulmifolia</em> Lamk.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Penurun kadar lemak darah</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Jambu biji/klutuk (<em>Psidium guajava</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti diare</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Jambu mente (<em>Anacardium occidentale</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Penghilang nyeri</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Kunyit (<em>Curcuma domestica</em> Val.)</td>
<td width="15%" valign="top">Rimpang</td>
<td width="43%" valign="top">Radang hati, radang sendi, anti septik</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Kejibeling (<em>Strobilanthes crispus</em> Bl.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Obat batu ginjal, pelancar air seni</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Katuk (<em>Sauropus androgynus</em> Merr.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Pemacu produksi air susu ibu</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Kumis kucing (<em>Orthosiphon stamineus</em> Benth.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Pelancar air seni</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Legundi (<em>Vitex trifolia</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Labu merah (<em>Curcubita moschata</em> Duch)</td>
<td width="15%" valign="top">Biji</td>
<td width="43%" valign="top">Obat cacing pita</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Pepaya (<em>Carica papaya</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Getah, daun, biji</td>
<td width="43%" valign="top">Sumber enzim papain, anti malaria, kontrasepsi pria</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Pegagan/kaki kuda (<em>Centella asiatica</em> Urban)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Pelancar air seni, anti kuman, anti tekanan darah   tinggi</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Pala (<em>Myristica fragrans</em> Houff.)</td>
<td width="15%" valign="top">Buah</td>
<td width="43%" valign="top">Penenang</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Pare (<em>Momordica charantia</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Buah, biji</td>
<td width="43%" valign="top">Kencing manis, kontrasepsi pria</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Saga telik (<em>Abrus precatorius</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Sariawan usus</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Sembung (<em>Blumea balsamifera</em> D.C.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Penghilang nyeri, penurun panas</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Sidowayah (<em>Woodfordia floribunda </em>Salisb.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman, pelancar air seni</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Sambiloto (<em>Andrographis paniculata</em> Ness.)</td>
<td width="15%" valign="top">Seluruh bagian</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman, obat kencing manis</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Seledri (<em>Alpium graveolens</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Seluruh bagian</td>
<td width="43%" valign="top">Anti tekanan darah tinggi</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Sirih (<em>Piper betle</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Anti kuman</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Temu lawak (<em>Curcuma xanthorhiza</em> Roxb.)</td>
<td width="15%" valign="top">Rimpang</td>
<td width="43%" valign="top">Obat radang hati kronis</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" valign="top"></td>
<td width="38%" valign="top">Tempuyung (<em>Sonchus arvensis</em> L.)</td>
<td width="15%" valign="top">Daun</td>
<td width="43%" valign="top">Pelancar air seni, obat penghancur batu ginjal</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tabel Contoh tipe ekosistem hutan dataran rendah dan jenis tanaman obat :</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="23%">Tipe ekosistem hutan</td>
<td width="43%">Jenis tanaman obat</td>
<td width="34%">Keterangan</td>
</tr>
<tr>
<td width="23%" valign="top">1. Hutan hujan dataran rendah</td>
<td width="43%" valign="top">Pasak bumi (<em>Eurycoma longifolia</em>), Akar kuning   (<em>Arcangelisia flava</em>), Kamfer (<em>Dryobalanops aromatica</em>), Kepayang   (<em>Scaphium macropodum</em>), Tabat barito (<em>Ficus delteidea</em>), Kemiri (<em>Aleurites   moluccana</em>) Kedawung (<em>Parkia roxburghii</em>) dan Gaharu (<em>Aqularia   malaccensis</em>)</td>
<td width="34%" valign="top">&lt; 1000 m dpl; keanekaragaman paling tinggi;   beriklim basah; terutama di Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="23%" valign="top">2. Hutan pantai</td>
<td width="43%" valign="top">Bintangur (<em>Calophyllum inophylum</em>), Keben (<em>Barringtonia   asiatica</em>), Waru (<em>Hibiscus tilliaceus</em>) dan Ketapang (<em>Terminalia   catappa</em>)</td>
<td width="34%" valign="top">Di pantai, tanah kering berbatu dan regosol; di   Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi</td>
</tr>
<tr>
<td width="23%" valign="top">3. Hutan payau (mangrove)</td>
<td width="43%" valign="top">Api-api (<em>Avicennia marina</em>), Bogem (<em>Sonneratia   ovata</em>) Nyirih agung (<em>Xylocarpus granatum</em>), Bako rayap (<em>Rhizophora   apiculata</em>) dan Tumus (<em>Bruguiera conjugata</em>)</td>
<td width="34%" valign="top">Di pantai dan tepian sungai; dipengaruhi pasang   surut air laut; terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, Jawa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hutan tanaman, yang berangkat dari pembangunan jenis hutan yang berdaya guna majemuk dan berlanjut pada pengembangan bertahap sebelum mencapai fungsinya sebagai kawasan hutan, turut mempengaruhi perkembangan ekosistem dalam hutan tanamandan pola pertanian masyarakat yang berkembang di sekitarnya. Determinasi pokok terhadap hasil ditentukan oleh keberhasilan pengembangan hutan tanaman menjadi sumber pendapatan, sarana perbaikan ekosistem dan konservasi alam.</p>
<p>Kawasan hutan tanaman memiliki potensi besar untuk tempat membudidayakan dan mengembangkan berbagai jenis tanaman obat dalam kondisi sinergik. Tanaman obat dengan tegakan hutan tanaman dapat mempercepat proses pembentukan tipe ekosistem yang kondusif bagi pengembangan hutan produktif dalam mencapai sasaran hutan yang mendekati hutan alam.</p>
<p>Perkembangan teknologi budidaya, proses panen dan pasca panen tanaman obat telah memungkinkan peningkatan produktivitas dan daya guna tanaman obat. Daya guna yang utama adalah bahan baku obat tradisional, modern dan produk diversifikasi yang lain yang bernilai ekonomi tinggi. Peluang yang terbuka untuk membangun industri rumah tangga, industri kecil atau menengah akan ditentukan oleh besarnya usaha tanaman obat dalam satu masyarakat sekitar hutan tanaman dan sarana prasarana transportasi, pasar dan lembaga kemasyarakatan yang aktif.</p>
<p>Keuntungan majemuk yang dihasilkan oleh pengembangan tanaman obat dalam pengembangan hutan tanaman meliputi :</p>
<ol>
<li>keberhasilan pengelolaan hutan tanaman melalui penyediaan sumber pendapatan yang berkelanjutan;</li>
<li>penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat yang bekerja pada bidang pertanian, industri rumah tangga/kecil atau menengah, perdagangan;</li>
<li>peningkatan pendapatan dan kesejahteraan;</li>
<li>peningkatan pendapatan asli daerah; dan</li>
<li>pengembangan usaha regional.</li>
</ol>
<p>Bantuan kepada petani dari berbagai sumber atau mitra usaha memerlukan sistem yang jelas dan berpedoman pada prinsip saling menguntungkan dan ditata secara profesional. Berbagai bantuan dalam kemitraan yang sangat esensial sifatnya adalah : pendampingan teknologi oleh peneliti dan penyuluh spesialis, pengadaan dan pengorganisasian modal usaha (kredit), koperasi desa untuk pengadaan sarana produksi dan penampngan hasil, serta tenaga perindustrian setempat. Status kemitraan yang diharapkan adalah atas dasar &#8216;bapak angkat-anak angkat&#8217;.</p>
<p>Peranan tanaman obat dalam pengembangan hutan tanaman perlu diwujudkan dalam suatu program terpadu antar sumber pengambil kebijakan, teknologi, permodalan dan petani setempat.</p>
<p>Sumber: Departemen Kehutanan Republik Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=175&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/16/pengembangan-hutan-dan-tanaman-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kunyit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kunyit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanaman KELAPA hijau SEBAGAI TANAMAN Obat</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/tanaman-kelapa-hijau-sebagai-tanaman-obat/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/tanaman-kelapa-hijau-sebagai-tanaman-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 07:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai hemostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi berbagai penyakit seperti : bronchitis, demam, disentri, hepatitis, (akar) ; mencret, sakit perut, (arang tempurung); batuk darah, batu ginjal, cacing kremi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar (daging buah); mencret, sakit perut dan bengkak (buah muda); nyeri pinggang, penawar racun, peradangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=168&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kelapa-hijau.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-169" title="kelapa hijau" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kelapa-hijau.jpg?w=146&#038;h=192" alt="" width="146" height="192" /></a>Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai hemostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi berbagai penyakit seperti :</p>
<ol>
<li> bronchitis, demam, disentri, hepatitis, (akar) ;</li>
<li> mencret, sakit perut, (arang tempurung);</li>
<li>batuk darah, batu ginjal, cacing kremi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar (daging buah);</li>
<li>mencret, sakit perut dan bengkak (buah muda);</li>
<li>nyeri pinggang, penawar racun, peradangan usus (air kelapa) dan</li>
<li>perawatan rambut dan bahan pembawa ramuan luka bakar (minyak kelapa)<span id="more-168"></span></li>
</ol>
<p>Masyarakat Dayak Kendayan di Kalimantan Barat menggunakan kelapa sebagai :</p>
<ol>
<li>obat kena racun makanan, frambusia, TBC (santan dan air buahnya),</li>
<li>mencret, disentri,cholera, lemah syawat (akarnya),</li>
<li>borok, demam nifas(bunganya),</li>
<li>gigi rusak/berlubang, kencing nanah (minyak tempurungnya),</li>
<li>wasir, adanya pengapuran pada air seni (daging buahnya).</li>
</ol>
<p>Pengetahuan tradisional ini perlu dibuktikan dengan hasil analisa empirik dan saat ini telah diketahui dengan hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak mengandung giziesensial. Daging buah kelapa muda misalnya, kaya akan kalori terutama dari karbohidrat. Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin.</p>
<p>Adapun analisa nilai nutrisi daging buah kelapa umur 8 bulan adalah kadar air 90,59%, kalori437 kkal/100 g, minyak 26,67%, protein 10,67%, serat kasar 3,98%, totalkarbohidrat 38,45%, pati 13,53%, gula sebagai glukosa 24,92%.</p>
<p>Sementara komposisi asam amino daging buah kelapa adalah isoleusin 2,5 g/16 g N, leusin 4,9 g/16 gN, lisin 2,7 g/16 g N, metionin 1,5 g/16 g N, threosin 2,3 g/16 g N, tripthopan0,6 g/16 g N dan valin 3,8 g/16 g. Mineral utama yang terdapat pada daging buah kelapa adalah Fe (17 ppm), S (4,4 ppm), Cu (3,2), P (2.4 ppm). Kandungan vitamin pada buah meliputi vitamin C (10 ppm), vitamin B(15 IU), dan vitamin E (2 ppm).</p>
<p>Minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diabsorbsi tubuh karena mengandung trigliserida yang tersusun dari lemak rantai sedang (C6-C12). Komposisi asam lemak dalam minyak kelapa adalah C8 5-%, C10 6 &#8211; 10% dan C12 44 &#8211; 45% (total 55-65% asamlemak rantai sedang). Trigliserida asam lemak rantai sedang dapat digunakan untuk mengatasi hiperlipidemia dan kegemukan serta dapat digunakan dalam ransum untuk pasien pasca bedah dan bayi premature.</p>
<p>Daging buah kelapa juga mengandung 0,2 mg vitamin E (sebagai tokoferol), namun proses produksi minyak secara konvensional yang biasanya mengaplikasikan panas dan tekanan, mengurangi kandungan tokoferol dalam hasil akhir. Kandungan vitamin E optimum dapat diperoleh melalui perbaikan proses, yaitu dengan proses sentrifugasi santan dan produk yang dihasilkan dikenal dengan nama virgin oil. Virgin oil mempunyai aroma kelapa segar. Saat ini Virgin oil yang lebih dikenal dengan VCO (<em>VirginCoconut Oil</em>) diyakini manfaatnya untuk mengatasi penyakit kanker bahkan dianggap lebih ampuh dibandingkan dengan buah merah (<em>Pandanus conoideus</em>).</p>
<p>Air kelapa muda (7 &#8211; 8 bulan) mengandung protein 0,13 g, minyak 0,12 g, karbohidrat 4,11g, mineral Ca 20 mg, Fe 0,5 mg, vitamin asam askorbat 2,2 &#8211; 3.7 mg dan air95,01/ 100 g.</p>
<p>sumber : Dinas kehutanan Pasuruan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=168&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/tanaman-kelapa-hijau-sebagai-tanaman-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/kelapa-hijau.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelapa hijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 KEGUNAAN TOGA DI PUSKESMAS</title>
		<link>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/4-kegunaan-toga-di-puskesmas/</link>
		<comments>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/4-kegunaan-toga-di-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 05:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>telesrikandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://srikanditelecenter.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[TANAMAN obat keluarga, sering disingkat Toga, pada awalnya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah bumbu pelengkap masakan tradisional terutama pada kehidupan keluarga di daerah pedesaan. Kini Toga telah dibudidayakan secara khusus sesuai lingkungannya, untuk pilihan pertolongan pertama metoda pengobatan tradisional sebagai salah satu cara terapi alternatif. Budidaya Toga juga dilakukan didaerah perkotaan dengan memanfaatkan halaman disekitar pekarangan rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=156&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/tembelekan1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-165" title="tembelekan" src="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/tembelekan1.jpg?w=201&#038;h=168" alt="" width="201" height="168" /></a>TANAMAN obat keluarga, sering disingkat Toga, pada awalnya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah bumbu pelengkap masakan tradisional terutama pada kehidupan keluarga di daerah pedesaan. Kini Toga telah dibudidayakan secara khusus sesuai lingkungannya, untuk pilihan pertolongan pertama metoda pengobatan tradisional sebagai salah satu cara terapi alternatif. Budidaya Toga juga dilakukan didaerah perkotaan dengan memanfaatkan halaman disekitar pekarangan rumah masyarakat. Biasanya dikaitkan dengan kegiatan program pokok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) pada setiap kelompok dasa wisma di lingkungan RT/RW per kelurahan.<span id="more-156"></span></p>
<p>TERKAIT dengan cara pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga pada setiap halaman rumah tangga masyarakat, sangat tepat juga bisa dikembangkan pada halaman puskesmas. Ada beberapa manfaat bila Toga telah dibudidayakan disekitar halaman puskesmas, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p><strong>1. Menjadi Ajang Promosi Kesehatan Lingkungan</strong></p>
<p>Mengajak kesadaran masyarakat menanam tanaman yang bernilai guna.</p>
<p><strong>2. Melengkapi Informasi Pilihan Pengobatan Alternatif</strong></p>
<p>Tampilan Toga dilengkapi dengan papan nama jenis tanaman dan manfaatnya</p>
<p><strong>3. Memberi Contoh Cara Pemanfaatan Lingkungan Pekarangan</strong></p>
<p>Menunjukkan langsung bagaiamana cara memanfaatkan areal pekarangan rumah</p>
<p><strong>4. Menambah Nilai Keasrian dan Kesejukan Halaman Puskesmas</strong></p>
<p>Tanaman yang tumbuh segar menambah kesejukan dan keasrian halaman puskesmas</p>
<p>TANAMLAH apa yang bisa ditanam di sekitar halaman rumah atau perkantoran, apalagi tanaman obat keluarga, yang sangat bermanfaat sebagai tempat apotek hidup dan pelengkap keperluan bumbu masakan keluarga. Seperti halnya bagaimana nilai tambah yang bisa dirasakan saat penataan halaman perkantoran khususnya puskesmas. Melalui budidaya Toga, diharapkan bisa berguna sebagai pilihan alternatif pertolongan pertama, menjaga kesehatan keluarga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/srikanditelecenter.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/srikanditelecenter.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=srikanditelecenter.wordpress.com&amp;blog=11897502&amp;post=156&amp;subd=srikanditelecenter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://srikanditelecenter.wordpress.com/2010/03/13/4-kegunaan-toga-di-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004fe988187ed053b620a80c0147d909?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">telesrikandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://srikanditelecenter.files.wordpress.com/2010/03/tembelekan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tembelekan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
